Milenial Berbisnis

  • by
Milenial Berbisnis

Menjadi seorang pengusaha sekarang ini tidak hanya diminati oleh kalangan orang tua saja, minat bisnis kalangan muda atau generasi milenial pun bisa dikatakan cukup tinggi. Menurut data, sekitar 36 persen generasi milenial menggeluti profesi sebagai pengusaha dengan berbagai varian usaha. Menjadi pegawai kantoran nampaknya sudah tidak menjadi primadona lagi di kalangan milenial, alasan waktu yang lebih fleksibel, passion, dan pendapatan besar yang dijanjikan menjadikan bisnis menjadi cita-cita bagi kebanyakan kaum milenial.

Anggapan bahwa kaum milenial tidak loyal, kurang tangguh, serba instan, dan berbagai macam anggapan negatif lainnya ditepis oleh kian banyaknya pebisnis milenial yang sukses mengibarkan bendera bisnisnya bahkan sampai level internasional.

Bahkan saat ini semakin banyak pebisnis milenial yang dijadikan role model dalam dunia bisnis. Memiliki pola pikir dan strategi bisnis yang kreatif, menjadikan generasi milenial menjadi sebuah pelajaran untuk generasi lainnya dalam menjalankan bisnis. Perlahan tapi pasti kaum milenial mulai menunjukkan tajinya di dunia bisnis, tidak hanya sekedar usaha UMKM melainkan usaha dengan bonafide bernilai miliaran dollar.

Berbekal kemampuan menguasai teknologi, para kaum milenial mampu menguasai pasar yang memang dewasa ini rata-rata berbasis teknologi. Teknologi menjadi salah satu alasan para kaum milenial untuk terjun ke dunia usaha. hal ini terbukti dari semakin menjamurnya perusahaan berbasis aplikasi online yang menawarkan beragam inovasi dan kemudahan terbaru pada konsumen. Selain itu, modal lainnya yang dimiliki kaum milenial adala kemampuan berpikir yang lebih cepat dari generasi sebelumnya, sehingga kaum milenial mempunya ide dan gagasan yang lebih kaya serta semangat yang lebi berapi-api.

Salah satu tantangan terberat dari kaum milenial dalam berbisnis tentu saja Revolusi Industri itu sendiri. Revolusi Industri berbasis digital atau yang lebih dikenal dengan Revolusi Industri 4.0 haruslah disambut dengan kematangan oleh kaum milenial bila tak ingin tergilas. Revolusi Industri berbasis digital memang sedang menginvasi pasar-pasar Indonesia saat ini. Contohnya saja pergeseran sistem belanja konvensional menuju daring sampai pembayaran menggunakna uang elektronik (e-money). Hal ini tentu tak lepas dari besarnnya pengguna internet di Indonesia, menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) lebih dari 50 persen penduduk Indonesia atau sekitar 143 juta orang sudah terubung internet. Ini menjadikan Indonesia pasar empuk bagi perusahaan berbasis digital atau internet.

Karena hal itu juga lah kemudian banyak anak-anak muda yang mulai menjadikan internet sebagai lahan bisnisnya. Hal ini bisa kita lihat dari kian menjamurnya perusahaan digital ataupun start up yang kebanyakan dirintis ole kaum milenial. Bahkan tak sedikit pula yang mengabsahkan profesi-profesi baru di dunia maya, semisal Selebgram (Selebritas Instagram) dan Youtuber (pembuat konten Youtube).

Menanggapi hal itu, banyak anak-anak muda Indonesia yang karyanya berhasil menembus pasar dunia di era digital ini. Seperti contoh aplikasi Go-Jek, Bukalapak, Detikcom, Traveloka, Olx, Tokopedia, Tebak Gambar, Alquran Indonesia, Pixmix, BRI Mobile, PeSankita Indonesia, Kamus Inggris dan lain sebagainya. Ini membuktikan bahwa kualitas generasi milenial Indonesia siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan mampu bersaing dengan anak muda dari negara lain.

Dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kaum muda Indonesia untuk dapat eksis di dunia bisnis. Sekarang saatnya kaum milenial meruba mindsetnya dengan Revolusi Industri 4.0 tersebut.Sehingga generasi muda Indonesia mampu menjadi raja Revolusi Industri di negeri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *