Dana Talangan Umroh, Mewujudkan IMPIAN UMROH menjadi KENYATAAN

  • by

Pergi ke tanah suci, baik haji ataupun umrah, merupakan impian setiap umat Islam.  Namun, tidak semua bisa mewujudkan impian tersebut. Alasan utama yang kerap dihadapi adalah dana. Hingga akhirnya muncul solusi dana talangan umroh dan haji yang memberikan keringanan biaya pergi ke tanah suci.

Dana talangan umroh memberikan solusi pembiayaan bagi calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah ke tanah suci. Dengan cara ini, para jemaah bisa terlebih dulu berangkat ke Makkah dengan memakai dana talangan dari pihak ketiga. Selanjutnya, jamaah wajib melunasi dana talangan tersebut dalam waktu yang telah ditentukan.

Landasan Dasar Hukum Dana Talangan Umroh

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”

Ayat di atas merupakan dalil naqli mengenai diperbolehkannya akad jual beli. Atas dasar ayat inilah,  maka  manusia dihalalkan oleh Allah melakukan praktik jual beli dan diharamkan melakukan praktik riba. Begitu juga terdapat dalam AlQuran Surat Al Qahashas ayat 26 dan Surat Albaqarah ayat 282.

Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) nomor 29 tahun 2002. MUI menganggap hasil dari dana talangan tersebut sebagai ujroh atau imbalan jasa. Ujroh tersebut didapatkan sebagai bagian dari jasa pengurusan umrah dan haji oleh pihak bank.

Selain itu, dalam pelaksanaannya, pihak bank juga memberikan dua jenis akad kepada penerima dana talangan, yakni akad ijarah dan akad qard (pinjaman uang). Akad qard dijalankan dengan tanpa mengikutsertakan bunga. Dana talangan dikembalikan dalam jumlah utuh, seperti mengacu pada Fatwa DSN MUI nomor 19/DSN-MUI/IV/2001.

Ciri ciri dana talangan umroh yang sesuai syariah :

1. Menggunakan akad Ijarah atau Jual beli bukan akad pinjaman

2. Tidak Ada jaminan barang, meskipun beberapa bank / finance ada yang meminta jaminan,  namun ringan dan tidak memberatkan

3. Tidak ada denda dengan sistem bunga yang sangat mencekik dan memberatkan konsumen

4. Bila ada sesuatu yang menghalangi pembayaran dilaksanakan dengan musyawarah bukan dengan menekan apalagi mengancam

5. Memiliki legalitas resmi syariah dan dean syariah majelis Ulama Indonesia Pusat

6. Perusahaan pembiayaan mempunyai pakar atau pengawas dewan syariah yang sangat kredible dibidangnya

Skema dana talangan umroh :

1. Dalam penyaluran dana talangan umroh melibatkan 3 pihak yaitu BPIUH ( Biro Penyelenggara Haji dan Umroh/ Travel), Calon Jamaah dan Bank / FinanceSyariah sebagai pemilik dana.

2. BPIUH ( Biro Penyelenggara Haji dan Umroh/ Travel),  sebagai penyelenggara kegiatan umroh.

3. Bank / Finance  Syariah membeli produk Umroh dari yaitu  BPIUH ( Biro Penyelenggara Haji dan Umroh/ Travel),

4. Produk Umroh ini akan ditambahkan keuntungan untuk Bank/Finance Syariah misal beli Rp 23 juta akan ditambahkan Rp 1 juta maka nanti Bank / Finance Syariah menjual Umroh Rp 24 juta dan bisa dicicil tanpa bunga. Akadnya memakai akad  Jual Beli atau  Murabahah sehingga tanpa RIBA dan  HALAL

Murabahah adalah perjanjian jual-beli antara penjual dengan nasabah. Penjual membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara penjual dan nasabah.

Kenapa harus memilih AtTiin Nabila Tour ?

Kami menyediakan banyak program atau paket umroh dengan pembiayaan menggunakan dana talangan atau dana cicilan umroh, bekerjasama dengan instansi perbankan yang sudah mempunyai ijin syariah lengkap, seperti BNI Syariah, Bank Permata Syariah dan Bess Finance. Dengan persyaratan yang tentunya tidak memberatkan jamaah.

Syarat pengajuan Dana Talangan Umroh

1.     KTP / Pasport atas nama jamaah
2.     NPWP Jamaah
3.     Kartu kredit / Slip Gaji / SKP / Rekening Koran ( pilih salah satu
4.     Surat domisili jika alamat dimKTP tidak sesuai tempat tinggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *